Kamis, 21 Februari 2019

MAKALAH
FRASA DAN KLAUSA
BAHASA INGGRIS DAN BAHASA INDONESIA

  



Oleh  :

Desy Vrayoughaty
       
 




                








Kata Pengantar
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala limpahan Rahmat, Inayah, Taufik dan Hinayahnya sehingga saya dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini dalam bentuk maupun isinya yang sangat sederhana. Semoga makalah ini dapat dipergunakan sebagai salah satu acuan, petunjuk maupun pedoman bagi pembaca dalam administrasi pendidikan dalam profesi keguruan.
Harapan saya semoga makalah ini membantu menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca, sehingga saya dapat memperbaiki bentuk maupun isi makalah ini sehingga kedepannya dapat lebih baik.
Makalah ini saya akui masih banyak kekurangan karena pengalaman yang saya miliki sangat kurang. Oleh kerena itu saya harapkan kepada para pembaca untuk memberikan masukan-masukan yang bersifat membangun untuk kesempurnaan makalah ini.


Surabaya, 21 Februari 2018
Penyusun





DAFTAR ISI

KESIMPULAN DAN SARAN.................................................................................................. 11











Bahasa manusia itu penuh dengan aturan-aturan. Sebagai bahasa manusia bahasa Inggris dan bahasa Indonesia pun penuh dengan aturan. Wujud aturan-aturan itu dapat dijalankan dan diamati secara kontrastif, sinkronis maupun historis komparatif. Pemeriksaan terhadap aturan-aturan gramatika suatu bahasa dapat untuk mengetahui apakah penemuan-penemuan yang diperoleh dari pemeriksaan tersebut berlaku pada bahasa lain, misalnya mengapa ada grammar yang harus ada dalam suatu bahasa, segi bahasa mana yang harus diatur atau bagaimana wujud aturan-aturan tersebut. (Poedjosoedarmo, 2001:40). Seperti umum diketahui pola urutan frasa dalam bahasa Inggris dan bahasa Indonesia adalah SVO (Kridalaksana,1993:217; Verhaar, 1996:268). Walaupun pola urutannya adalah SVO, klausa nominal yang terdapat pada kalimat majemuk bertingkatpada kedua bahasa tersebut tentu mempunyai kekhasan. Dalam tulisan ini  Aturan-aturan yang terdapat pada klausa nominal pada kedua bahasa tersebut digunakan untuk mengetahui perbedaan wujud pola urutan frasa kedua bahasa. Perbedaan wujud pola urutan frasa tersebut diperiksa sehingga diketahui kekhasan yang terdapat pada kedua bahasa tersebut.
1.       Pengertian Frasa dan Klausa
2.       Contoh Kalimat Frasa dan Klausa
3.       Jenis – jenis Frasa dan Klausa
4.       Perbedaan Kalimat berpola Bahasa Indonesia dengan Kaliamat dalam Bahasa Inggris
Untuk mengetahui perbedaan frasa dan kalusa, mengenai hubungan frasa dan klausa dalam satu kalimat yang mempunyai fungsi sempurna.



Pengertian Frase adalah satuan gramatikal berupa gabungan kata yang bersifat non predikatif yang mengisi salah satu fungsi sintaksis. Pembentuk frase adalah morfem bebas. Frase tidak mempunyai predikat.
Contoh : kamar mandi, bukan sepeda.
Frase mungkin untuk diselipi kata lain.
Contoh : adik saya menjadi adik milik saya.
Salah satu unsur frase tidak dapat dipindahkan sendiri, melainkan harus bersama-sama.
Contoh : Nenek membaca koran di teras depan.
Penjelasan
Depan  : nenk membaca koran di teras. (tidak berterima)

    a. Frase eksosentrik
           Yaitu frase yang komponennya tidak memiliki perilaku sintaksis yang sama dengan keseluruhannya. Misal frase di pasar. Secara utuh dapat mengisi fungsi keterangan, tapi komponen di atau pasar saja tidak dapat menduduki fungsi tersebut. Frase eksosentrik dibedakan menjadi :
    b.frase eksosentrik direktif
          Frase eksosentrik yang komponen pertama berupa preposisi (di, dari, ke) dan komponen kedua berupa kata atau kelompok kata berkategori nomina.
Frase ini disebut juga frase preposisional karena komponen pertama berupa preposisi. Contoh : di pasar, dari kayu jati, demi kemakmuran, dsb.


    c. frase eksosentrik non direktif
          Frase eksosentrik yanga komponen pertama berupa artikulus si, sang atau kata lain seperti yang, para, kaum, sedang komponen kedua berupa kata atau kelompok kata berkategori nomina, ajektifa, dan verba. Contoh : si miskin, para jurnalis,kaum cendekiawan.
d. Frase endosentrik
          Yaitu frase yang salah satu unsurnya memiliki perilaku sintaksis yang sama dengan keseluruhannya. Salah satu unsurnya dapat menggantikan kedudukan keseluruhan. Contoh : sedang membaca menjadi membaca.
Frase endosentrik disebut juga frase modifikasi karena komponen kedua mengubah atau membatasi makna komponen pertama. Contoh : membaca, diberi sedang berarti pekerjaan sedang berlangsung.
Selain disebut sebagai frase modofikasi, juga sering disebut sebagai frase subordinatif karena salah satu komponennya berlaku sebagai komponen atasan (inti) dan yang lainnya sebagai komponen bawahan. Frase subordinatif, dilihat dari kategori intinya ada frase nomina, verba, ajektifa, dan numeral.
   e. Frase koordinatif
          Yaitu frase yang terdiri dari dua atau lebih komponen yang sederajat dan dapat dihubungkan oleh konjungsi koordinatif (dan, atau, tetapi, baik…maupun). Contoh : sehat dan kuat, buruh atau majikan.
Frase koordinatif yang tidak menggunakan konjungsi secara eksplisit disebut frase parataksis. Contoh : hilir mudik, tua muda.
   f. Frase apositif
          Yaitu frase yang kedua komponmennya saling merujuk sesamanya sehingga urutannya dapat dipertukarkan. Contoh :
Pak Ahmad, guru saya, sedang sakit, menjadi
Guru saya, Pak Ahmad,sedang sakit.


          Biasanya dilakukan di sebelah kanan atau kiri. Dalam Bahasa Indonesia, perluasan frase sangat produktif karena :
  1) untuk menyatakan konsep-konsep khusus atau sangat khusus.
  2) pengungakapan konsep kala, modalitas, aspek, jenis, jumlah, ingkar dan pembatas tidak dinyatakan     dengan afiks.
  3) keperluan untuk memberi deskripsi secara terperinci.


Klausa menurut Cook (1969:65) klausa adalah kelompok kata yang mengandung satu pedikat Klausa dipilah menjadi klausa bebas dan terikat. Klausa bebas merupakan klausa yng potensial untuk menjadi kalimat tunggal. Klausa-klausa bebas tersebut dapat bergabung dengan bantuan klausa bawahannya dan konjungsi koordinator sehingga menghasilkan konstruksi kalimat majemuk setara. Klausa terikat merupakan klausa yang tidak potensial untuk menjadi kalimat tunggal tetapi bisa menjadi unsur dari kalimat majemuk bertingkat..Cook (1964:64) berkata bahwa klausa terikat dapat dipilah menjadi (a) klausa nominal, (b) klausa adjektival, dan (c) klausa adverbial. Klausa Nominal adalah klausa yang berfungsi sebagai nomina karena klausa nomina tersebut berlaku sebagai nomina. Klausa ini menduduki posisi subjek kalimat, objek kalimat, pelengkap ataupun objek preposisi. Dalam konstruksi BI, konjungsi yang digunakan seperti dalam klausa nomina Bahasa Indonesia dikenal dengan sebutan kojungsi subordinatif pada klausa pemerlengkapan (Sugono, 1995:186). Konjungsi yang digunakan pada klausa pemerlengkapan ini adalah bahwa, tempat, dimana, dan kata tanya seperti apa, mengapa, kapan, siapa atau bagaimana yang bisa diikuti partikel-kah atau gabungan kata seperi dengan siapa, untuk apa, kemanai atau dimana. Konjungsi yang menggunakan kata tanya ini digunakan jika makna atau proposisi yang terkandung dalam klausa subordiantif berhubungan dengan ketidakpastian, pertanyaan, atau jawaban yang tersurat.(Alwi,dkk, 1998:411)

Berikut ini contoh klausa pemerlengapan Bahasa Indonesia:
1. Sekarang dia baru mengetahui  bahwa pacarnya bisa masak
     K               S                P               O
2. Saya tahu      kapan dia datang                               
     S       P                   O
                             
3. Dia tidak tahu   siapa yang mengerjakan dokumen itu
        S        P                O
4. Saya tidak tahu       apa yang ada dalam kotak itu
       S                          O

5. Berita     bahwa dia akan diganti       sudah tersebar                                                                           
     P               S

Dalam hubungan komplementasi atau pemerlengkapan klausa subordinatif melengkapi apa yang dinyatakan oleh verba klausa utama (contoh 1-4) atau nomina subjek (contoh5),(Alwi, dkk, 1998:410). Klausa-klausa tersebut menduduki posisi objek (contoh 1-4) dan posisi apositif subjek (contoh 5).Dalam hubungan komplementasi, klausa subordiantif melengkapi apa yang dinyatkan oleh verba klausa utama (contoh 1-4) atau oleh nomina subjek (contoh 5)
Pada Bahasa Inggris konjungsi yang digunakan adalah what, when, where, why, how, whatever, whenever, whether, if, that.
Contoh:
6. I know      when he will arrive
    S  V                     O
   Klausa nomina sebagai objek verba

7. I am concerned about    when he will arrive
   S   VP          P     O     (klausa nomina sebagai objek preposisi)
8. When he will arrive is      not important.
         S                  V     Complement
Klausa nomina sebagai subjek
9. The question is   how he will get the money.
           S            V    Complement (Klausa nomina sebagai pelengkap)
Klausa yang menempati slot nomina pada contoh tersebut berpola dasar :
Konjungsi + Subjek +Verba

Namun tidak selalu pola dasar klausa nomina itu seperti contoh diatas. Adakalanya klausa nomina tersebut tidak bersubjek karena konjungsi dari klausa tersebut juga berfungsi sebagai subjek klausa. Konjungis yang digunakan pada konstruksi ini adalah who, whoever, what, whatever, which, whichever.
Contoh:
10. I don’t know    what is in the box

Pada contoh tersebut ada 2 klausa: I don’t know dan what is in the box. Kedua klausa
tersebut dihubungkan dengan konjungsi what. What pada konstruksi tersebut
mempunyai dua fungsi. Seain sebagai konjungsi, what I berfungsi sebagi subjek dari is.
Konstruksi what is in the box pada kalimat I don’t know what is the box merupakan objek.
Berikut ini merupkan contoh klausa nomina yang bersubjek konjungsi dan yang
berfungsi sebagi objek preposisi maupun subjek.

Contoh:
11. We are concerned about    who will do the test
Klausa nomina sebagai objek preposisi
12.  Whoever is coming to the party   must bring a gift.
Klausa nomina sebagai subjek
13. His believe that coffe grows in Brazil is correct.
Klausa nomina sebagai subjek apositif


Klausa Nominal Berkonjungsi Kata Tanya
14.        I know when he will arrive
15.        Saya tahu kapan dia datang (TTBI,1988:390)
16.        I know who will do the work
17.        Saya tahu siapa akan mengerjakan pekerjaan itu
(TTBI,1998:411)
Alwi,dkk (1988:389) mengatakan bahwa klausa subordinatif yang menduduki posisi objek merupakan klausa nominal. Lebih lanjut dikatakan bahwa selain konjungsi bahwa, klausa yang disubordinasi tersebut dapat pula ditandai oleh konjungsi berupa kata tanya. Pada contoh (1) dan (2), kedua konstruksi mempunyai satu anak kalimat subordinatif berposisi sebagai objek. Konstruksi klausa subordinatif tersebut terdiri dari:
konjungsi + subjek + predikat. Pada konstruksi klausa terikat pada kedua bahasa tersebut nampak tidak ada permasalahan. Namun ada konjungsi yang berupa kata tanya yang tidak langsung diikuti oleh subjek. Konjungsi tersebut adalah who, whoever, what,
whatever, which, whichever (untuk bahasa Inggris) dan siapa, apa (untuk bahasa Indonesia).



Contoh :
18.             I  know  who  will do  the work
Konjungsi pada struktur Bahasa Inggris selalu diikuti klausa. Klausa tersebut
tidak berupa klausa tanya. Apabila bentuk klausa tersebut klausa tanya maka klausa
tersebut tidak berupa klausa tanya. Apabila bentuk klausa tersebut klausa tanya maka
klausa tersebut diperhitungkan sebagai klausa berita. Seperti contoh 5, klausa who will do
the work merupakan klausa subordinatif dari klausa I know. Jika klausa subordinatif
tersebut bukan merupakan bagian dari klausa utama, maka klausa tersebut berbentuk
klausa tanya yaitu: who will do the work? Klausa ini menanyakan suatu hal mengenai
subjek . Begitupula dengan konjungsi yang termasuk katatanya tetapi bukan kata tanya
penanya subjek ( who, what, which). Klausa yang menggunakan kata tanya tersebut
harus diubah menjadi klausa berita apabila menjadi klausa subordiantif dari suatu
konstruktur kalimat majemuk bertingkat.




KESIMPULAN
Pengertian Frase adalah satuan gramatikal berupa gabungan kata yang bersifat non predikatif yang mengisi salah satu fungsi sintaksis. Pembentuk frase adalah morfem bebas. Frase tidak mempunyai predikat. Klausa menurut Cook (1969:65) klausa adalah kelompok kata yang mengandung satu pedikat Klausa dipilah menjadi klausa bebas dan terikat. Klausa bebas merupakan klausa yng potensial untuk menjadi kalimat tunggal.

SARAN
      Pemahaman satuan sintaksis dan semantik bahasa Indonesia bagi guru, selain dapat menjadi bekal dalam pemakaian bahasa Indonesia yang baik dan benar dalam kehidupan sehari-hari juga dapat bermanfaat dalam pembinaan kemampuan berbahasa siswa. Sehingga, materi ini harus benar-benar dikuasai dan dipahami.





DAFTAR PUSTAKA





Tidak ada komentar:

Posting Komentar